Sunday, March 10, 2013

Manfaat Jus Alpukat bagi Ibu Hamil


Berikut ulasan tentang manfaat jus alpukat bagi ibu hamil:

Asam folat sebenarnya vitamin B9, bagian dari vitamin B kompleks, jenis vitamin yang larut air. Dengan sifatnya yang larut air, vitamin ini tidak bisa disimpan lama di dalam tubuh karena setelah diambil oleh tubuh lalu di keluarkan lewat urine . Dengn sifatnya tersebut, ibu hamil serta ibu yang berniat hamil perlu mengasup asam folat setiap hari. Vitamin ini dapat membantu tubuh dalam memproduksi dan menjaga kesempurnaan DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) dan RNA (Ribonucleic acid), bahan genetik tubuh.


Para ahli menganjurkan agar ibu hamil sebaiknya mengasup sumber asam folat dari buah-buahan segar atau sayur lalap. Karena sayur yang dimasak 80% kandungan asam folatnya hilang saat proses pemasakan.


Bikin janin sehat
Buah yang paling kaya kandungan asam folatnya adalah alpukat yang sering dijumpai dalam es campur, es teler, dan jus alpukat. Banyak orang takut mengonsumsi buah ini karena beranggapan alpukat sangat tinggi kandungan lemaknya. Memang benar, kandungan lemak dalam alpukat bisa 20-30 kali lebih banyak dibandingkan buah-buahan lain. Namun perlu diketahui, lemak yang terkandung pada alpukat adalah lemak baik. Yakni lemak tak jenuh tunggal yang disebut-sebut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan menaikkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).


Alpukat merupakan satu-satunya buah yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal. Bagi ibu hamil yg butuh lemak sebagai penghasil energi, tentunya akan lebih baik bila lemak yang diasup bersifat tak jenuh. Selain itu, alpukat juga buah yang paling kaya asam folat -zat gizi yang bahkan sudah harus dipenuhi oleh ibu yang berniat hamil dan juga ibu hamil sejak baru terbentuk embrio.


Menurut Prof.dr.Joseph Hersh dari Fakultas Kedokteran Universitas Louisville, Kentucky, AS, trimester I merupakan masa pembentukan sistem saraf pusat janin, termasuk otak dan sumsum tulang belakang. Bayi yg kekurangan asam folat bisa menderita gangguan jantung, bibir sumbing, cacat saluran kemih, serta cacat anggota tubuh lainnya. Penelitian pada 1991 juga menemukan hubungan antara asam folat dan cacat lahir. Kekurangan asam folat yang mempengaruhi pembentukan fungsi otak, saraf, dan sumsum tulang ternyata dapat berakibat bayi yg dilahirkan cacat.


Seperti pada zat-zat gizi lain kalau janin tak memperoleh pasokan asam folat, dia akan mengambilnya dari cadangan sang ibu. Hal ini akan berpengaruh buruk pada kesehatan sang ibu. Selain anemia, letih, lesu, insomnia (susah tidur), pelupa, depresi, sampai rambut beruban, ibu terancam pula oleh risiko terkena kanker usus besar, payudara, dan pankreas.


Sebuah alpukat mengandung 114 mikrogram asam folat. Jumlah ini cukup memenuhi 30% kebutuhan asam folat ibu hamil. Kebutuhan asam folat yang direkomendasikan bagi ibu hamil setiap harinya sekitar 600 mikrogram, ibu menyusui 500 mikrogram, serta perempuan dewasa 400 mikrogram. Selain asam folat dan lemak, alpukat mengandung serat yang mampu membantu mencegah sembelit yg sering dialami oleh ibu hamil. Sedangkan kadar kalium (bermanfaat untuk menyeimbangkan tekanan darah) pada alpukat 2-3 kali lebih banyak daripada pisang.


Untung saja makanan tradisional Indonesia kaya akan asam folat, semisal sayuran berwarna hijau, buah-buahan berwarna jingga dan merah. Sumber asam folat pada bahan makanan lain adalah susu, pisang, jeruk, brokoli, taoge, dan kacang-kacangan (termasuk tahu, tempe). Nah, kalau kita sering makan karedok, terancam, rujak buah, dan masih banyak lagi yang tentunya kebutuhan akan asam folat akan terpenuhi. 

6 Tips Untuk Melakukan Diet Jus


Diet jus atau puasa jus menjadi sebuah cara yang umum digunakan untuk mengurangi berat badan akhir-akhir ini. Orang-orang yang mengikuti diet atau puasa jus berarti mereka hanya minum jus buah-buahan dan sayur-sayuran selama periode tertentu dan mereka berpantang makanan dan minuman lain.
Dengan berbagai jenis buah-buahan dan sayuran tersedia bagi kita, puasa jus bisa menjadi sebuah cara yang sangat efektif untuk mengurangi  berat badan. Tapi diet jus bisa membingungkan bagi banyak orang dan karenanya, banyak yang gagal saat mencobanya. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk tahu bagaimana berpuasa jus dengan benar sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
Berikut enam tips untuk melakukan diet jus sebagaimana dilansir daripost.jagran.com:
1. Gunakan berbagai buah dan sayuran
Kadang-kadang diet jus bisa terasa monoton, tapi hal ini bisa diatasi bila kita menggunakan berbagai buah-buahan dan sayuran yang tersedia di pasar. Dengan demikian, kita tidak akan bosan melakukan diet jus ini.
2. Minum jus dari buah dan sayuran segar.
Buah-buahan segar tidak tahan lama dan karenanya mereka bisa kehilangan nilai nutrisi mereka dengan cepat. Oleh karena itu disarankan untuk minum jus dari buah-buahan dan sayuran segar sehingga tubuh kita bisa mendapatkan energi yang hilang selama berpuasa dan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
3. Minum sebanyak yang Anda bisa
Melakukan puasa jus bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. Kita harus belajar untuk memahami bahwa faktanya kita membutuhkan makanan padat untuk tetap hidup. Sebab itu, hanya meminum jus akan membuat kita lebih cepat lapar. Cara untuk mengatasi hal ini adalah minum jus sebanyak yang Anda bisa tapi jangan memaksa diri Anda. Minum banyak cairan memang bagus untuk tubuh, tapi kelebihan cairan juga tidak baik.
4. Pilih buah-buahan dan sayuran yang tepat
Sangat penting bagi kita untuk memiih buah-buahan dan sayuran yang tepat selama kita melakukan puasa jus. Jika kita memilih buah-buahan hanya karena rasanya yang manis, maka kita tidak mendapatkan efek kesehatan yang maksimal.
Jus wortel merupakan pilihan yang tepat bila Anda ingin menurunkan berat badan. Wortel kaya vitamin A dan juga mengandung vitamin B, C,D,E,G dan K. Jus wortel juga membantu meningkatkan pandangan mata, meningkatkan kesehatan kulit dan gigi. Sayuran hijau membantu untuk membersihkan darah, menyembuhkan kanker, dll. Akar bit juga sangat baik untuk kesehatan karena kaya magnesium, potasium, besi, vitamin C, dll.
5. Buat jadwal
Buatlah jadwal untuk puasa jus Anda dan jangan lupa untuk mengecek hasilnya. Diet jus umumnya dilakukan selama satu hingga tiga hari. Bila Anda ingin berpuasa lebih lama, maka Anda sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memastikan tubuh tidak kekurangan gizi.
6. Bersikaplah bijak
Selain itu, kita harus berhati-hati dan mengerti bahwa diet jus atau puasa jus tidak bisa dilakukan seumur hidup baik untuk menjaga maupun menurunkan berat badan. Diet ini hanya bisa dilakukan sementara dan untuk melakukannya secara efektif, sebaiknya kita berkonsultasi dengan ahli diet dan ahli nutrisi yang akan menolong Anda merancang diet jus Anda.

Jus Buah Untuk Bayi dan Balita


Kita sering mengaitkan bayi dengan susu. Menurut dokter anak, susu masih merupakan pilihan terbaik untuk melengkapi gizi bayi dan batita. Ketika Anda membaca buku anak-anak, Anda akan menemukan bahwa jus buah diberikan untuk bayi enam bulan dan batita karena mengandung vitamin dan mineral. Jus buah benar-benar bergizi. Namun, harus dimulai ketika seorang anak mencapai bulan keenam mereka karena ini adalah waktu yang tepat bagi tubuh bayi untuk mengakomodasi minuman bersama-sama dengan sejumlah makanan padat.

Ketika memilih minuman buah untuk bayi Anda, pilih bukan hanya mereka meminum minuman buah yang lezat dan yummy yang dikomersialkan tetapi juga mereka diberi jus buah alami yang kaya akan vitamin. Berikut ini adalah contoh jus buah yang bisa dikonsumsi untuk bayi dan batita.



1. Jus apel
Bayi cinta jus apel, mungkin karena rasa manisnya. Selain itu, penting untuk mengetahui bahwa apel adalah buah yang bergizi karena mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk melawan infeksi dan untuk mendukung pertumbuhan. Sungguh suatu minuman yang baik untuk diberikan kepada bayi dan batita Anda.
Apel digolongkan dalam pencahar alami karena menormalkan buang air besar terutama ketika anak mendapat sembelit. Hal ini juga kandungan sejumlah besar serat dan tinggi kadar airnya. Selain itu, bertindak sebagai regulator usus secara umum yang digunakan untuk diare. Jika diberikan dalam jumlah yang sesuai, jus apel dapat membuat buang air besar bayi Anda lebih teratur. Serat larut ditemukan dalam jus apel membantu tubuh untuk pencernaan lebih baik dan mobilisasi zat makanan dalam perut.

2. Jus Pir
Seperti apel, pir dianggap agen pencahar yang baik untuk bayi dan orang dewasa karena mengandung pektin, sejenis serat yang membantu dalam regulasi usus. Demikian juga, pir mengandung Vitamin A, B, C, E, dan K, kalsium, kalium dan seng.

3. Jus jeruk
Jus jeruk adalah yang paling populer di kalangan banyak jus buah untuk bayi. Bayi menyukai jus jeruk karena rasa manis yang sesuai selera mereka yang masih halus. Jus jeruk bermanfaat dalam menyiapkan kondisi saluran pencernaan sebelum makanan dicerna, mudah bagi bayi untuk mengkonsumsinya. Hanya ingat bahwa bayi tidak boleh diberi makan jus buah dalam botol tetapi dalam cangkir kecil untuk mencegah gigi berlubang.

4. Jus buah peach
Buah ini berasal dari Cina. Ini adalah jus buah bergizi untuk bayi juga. Seperti apel, jeruk, dan pir, juga mengandung kalsium dan vitamin C sebagai kandungan yang dominan gizinya. Jus satu buah pir memiliki 9 miligram kalsium dan 9,9 miligram Vitamin C.

5. Jus jeruk bali
Jus jeruk bali diberikan kepada batita. Minuman ini mengandung vitamin C sebesar 79,1 miligram dan kalsium 28 masing-masing.

Ketika Anda memberi makan bayi Anda dengan jus buah, selalu ingat bahwa jus buah hanya sebagai diet minuman suplemen bayi Anda. Sejumlah kecil jus buah sudah cukup. Cobalah untuk mencari buah lainnya yang cocok untuk kebutuhan bayi Anda. Tapi Anda harus  mengunjungi dokter anak untuk memastikan bahwa sistem pencernaan bayi Anda dapat mengakomodasi minuman jus buah.

Top Jus Untuk Ibu Hamil


Dimasa hamil, Anda satu-satunya penyalur nutrisi yang diperlukan janin. Penuhi kebutuhan gizi dengan minum jus dari bermacam jenis buah! Inilah top jus bagi segar dan bergizi untuk ibu hamil.
  • APEL: Campurkan sedikit seledri dengan jus apel untuk mengatasi gangguan tidur selama hamil. Bisa juga dicampur dengan bayam. Kombinasi pektin dalam apel dan asam oksalik pada bayam ampuh “melepaskan” kotoran di usus besar yang telah mengendap berhari-hari. Zat pektin dalam apel juga membantu menurunkan kadar kolesterol yang mengganggu fungsi jantung.
  • WORTEL: Energi instant jika ibu hamil letih lesu, mengurangi kadar gula darah pada ibu hamil dengan gangguan diabetes, dan mencegah darah tinggi dan pre-eklampsia.
  • ALPUKAT: Kandungan kalori, lemak dan minyak yang tinggi di dalamnya tidak saja menjadi sumber energi yang dibutuhkan ibu hamil, tapi juga mengurangi kadar kolesterol dan menjaga kelenturan otot-otot sendi.
  • BELEWAH: Kandungan beta-karoten, pro-vitamin A, magnesium, mangan, seng dan krom pada belewah dapat mengurangi peradangan dan memulihkan luka peradangan jaringan usus. Gula alami dan enzim yang dikandung belewah mempunyai fungsi absorpsi atau penyerapan pada usus akibat makan tergesa-gesa sehingga makanan tak terkunyah dengan baik, terlalu banyak makan makanan yang berbumbu, endapan obat-obatan, dan rasa mual.
  • JERUK: Mengandung vitamin C sangat baik untuk sistem kekebalan tubuh, juga menghilangkan sumbatan lendir di tenggorokan, rongga hidung, paru-paru dan perut. Berguna pula untuk membersihkan liver dan menghilangkan rasa sakit di tubuh akibat influenza. Campuran sari jeruk nipis dan madu sangat berkhasiat menyembuhkan radang tenggorokan dan amandel. Bagi mereka yang memiliki gangguan lambung, tentu pilih buah jeruk yang tidak terlalu asam.
  • PEPAYA DAN MANGGA: Jus campuran pepaya dan mangga memiliki kandungan karbohidrat dan enzim yang tinggi. Jus segar ini bermanfaat dalam menanggulangi pembengkakan dan peradangan, gangguan pencernaan dan demam. Jus mangga sendiri dapat mengurangi dehidrasi dan memperlancar sirkulasi darah. Sedangkan pepaya melancarkan buang air besar dan mengatasi sembelit.
  • PEAR: Membantu mengatasi rasa tidak enak di perut akibat kadar asam yang berlebihan yang berasal dari makanan berkalori tinggi, berminyak dan pedas. Jus pear juga dapat dicampur dengan apel dan sedikit jeruk nipis.
  • DELIMA: Membantu membersihkan mulut dan gigi, serta mencegah infeksi sehingga membantu menghilangkan bau mulut yang tidak sedap. Delima juga mengurangi resiko luka otak pada janin (Hypoxic ischemik) yang terjadi pada 2: 1000 kelahiran.
  • TOMAT: Membantu pembentukan glycogen dalam liver sehingga baik untuk menjaga stamina tubuh. Garam mineral dalam tomat meningkatkan nafsu makan dan merangsang aliran air liur sehingga memungkinkan makanan dicerna dengan baik.
  • SEMANGKA: Membantu memperbaiki kandungan darah. Bagi ibu hamil penderita diabetes, mengkonsumsi secara teratur jus semangka dapat menjaga meningkatnya gula darah. Kelebihan kandungan asam urik dalam tubuh yang menyebabkan arthritis, encok dan keracunan urea dapat dihilangkan dengan meminum jus semangka secara teratur dua kali sehari.
  • KELENGKENG: Buah ini banyak mengandung sukrosa, glukosa, protein, lemak, asam tartaric, vitamin A dan B. Sebagai salah satu sumber energi, buah yang sangat manis ini berguna untuk meningkatkan stamina sehabis sakit. Kelengkeng sangat baik untuk memenuhi kebutuhan energi bagi wanita hamil yang lemah atau setelah melahirkan. Memakan buah ini secukupnya secara teratur dapat menambah nafsu makan dan mencegah anemia.  Konsumsi secukupnya, kalau kelebihan, akan membuat tubuh menjadi panas akibat kelebihan energi.
  • BELIMBING: Meminum atau memakan buah belimbing dan menelannya secara perlahan dapat mencegah dan mengatasi infeksi mulut dan tenggorokan. Campuran belimbing dan madu juga dapat membantu melancarkan keluarnya urin.
  • LECI: Selain kandungan protein, lemak, vitamin C, fosfor, dan zat besi, buah leci mengandung sukrosa dan glukosa yang melimpah. Mengkonsumsi buah leci pada malam hari dapat menambah cadangan energi untuk keesokan harinya.
  • TIMUN: Mengatasi sakit punggung, kram otot dan gangguan kulit selama kehamilan. Jus timun kaya dengan silicat berfungsi untuk meningkatkan kekuatan jaringan otot, tendon, ligamen, peningkatan corak kulit, rambut, kuku, dan tulang rawan.